Boru Sihite Tercepat di Borobudur Marathon 2020, Ini Kisahnya

oleh -115 views
TERCEPAT: Pretty Sihite keluar sebagai yang tercepat kategori putri pada ajang Elite Race Borobudur Marathon 2020 di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Minggu (15/11/2020).(IST/POSMETRO MEDAN)

POSMETROMEDAN.com-Cewek Toba kembali ukir prestasi. Pretty Sihite, keluar sebagai pelari tercepat ajang marathon Elite Race Borobudur Marathon 2020 Putri di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Minggu (15/11/2020).

Selama jalannnya marathon, Pretty selalu berbarengan dengan pelari Irma Handayani. Sehingga keduanya harus beradu sprint pada lap terakhir.

Pretty akhirnya keluar sebagai pelari tercepat. Ia sukses meraih podium utama Elite Race Borobudur Marathon 2020 kategori putri.

Pretty merupakan atlet nasional yang pernah ikut berlaga di cabang atletik putri pada Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Ia lahir di Desa Pangaribuan, Kecamatan Andamdewi, Kabupaten Tapanuli Tengah, pada tanggal 21 Desember 1996.

Tahun 2018 silam, ia membawa nama daerah asal Kota Sibolga. Sebab memang ia memulai karir lari profesionalnya di bawah naungan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Sibolga.

Setelah tamat SMP di kampung kelahirannya, ia memutuskan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA di Kota Sibolga. Kemudian dia diterima di SMA Katolik Sibolga.

BACA JUGA..  Edhy Prabowo, Menteri Ketiga Tersandung KPK

“Waktu itu orangtua (ibu) saya memang kurang setuju saya melanjutkan sekolah ke Sibolga. Karena alasan biaya mahal,” kata Pretty, beberapa waktu silam.

“Tapi ayah tetap setuju. Ayah saya PNS, ibu saya hanya ibu rumahtangga, bertani,” sambungnya.

Pretty mengakui bahwa sebenarnya dia tidak pernah bercita-cita menjadi atlet atletik. Namun karena keterbatasan ekonomi, dia lantas bertekad untuk memenangi porseni, kejuaraan lari antar pelajar di Kota Sibolga.

“Saya anak kedua dari lima bersaudara. Biaya sekolah saya pakling besar,” ujarnya saat itu.

Mengetahui ada kesempatan mendapatkan hadiah, dia mulai giat berlatih di bawah binaan guru olahraga sekolahnya, Bintang Silalahi.

“Saat itu saya semester dua kelas 1 SMA. Saya juara dua Porseni se-Kota Sibolga tahun 2012,” ujarnya.

Sejak saat itu, Pretty remaja semakin giat berlatih. Ia menjuarai berbagai even perlombaan lari tingkat pelajar di daerah.

Potensi Pretty Sihite rupanya dilirik oleh Ipda Daniel M, Ketua Harian dan Ketua Pelatih altet di Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Sibolga. Pretty kemudian direkrut dan dibina untuk mengikuti Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) tahun 2013.

BACA JUGA..  Tebingtinggi Dilanda Banjir, Ada Warga yang Menginap di Bawah Pohon

“Waktu itu saya kelas 2 SMA. Di PASI, Pak Daniel mulai melatih saya. Beliau menganjurkan supaya saya punya spesialisasi, apakah sprinter (jarak pendek) atau long distance (jarak jauh). Akhirnya diputuskan khususnya di nomor 1.500 meter dan 3.000 meter,” paparnya.

Di even tingkat provinsi itu Pretty menyumbang medali perak di nomor lari 400 meter dan 1.500 meter.

“Jadi setelah masuk PASI, setiap kali latihan kita diberi uang Rp20 ribu. Itu kan lumayan untuk tambahan, karena kiriman dari kampung tadi kan pas-pasan,” bebernya lagi.

Setelah lulus SMA, Pretty melanjut kuliah Strata 1 di Universitas Negeri Medan (Unimed). Dia mengambil jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi.

Itu sebabnya sejak tahun 2014, Pretty konsentrasi mengikuti pelatihan di PPLM (Pusat Pendidikan dan Latihan Mahasiswa).

Hingga pada tahun 2015 ia dipanggil untuk mengikuti pelatihan yang lebih tinggi. Tepatnya menuju Asian Cross Country Championship di Manama, Bahrain. Ini even kejuaraan atletik junior antar negara-negara Asia.

BACA JUGA..  Miris! ABG Diperkosa Teman Ayah

Tahun 2016, Pretty juga kemudian diutus mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) di Jawa Barat. Dia berhasil meraih medali perak di nomor 1.500 meter dan perunggu di nomor 3.000 meter steeplechase.

“Kalau soal peringkat nasional, di nomor 1.500 meter saya berada di peringkat 3 dengan waktu 4,32 menit. Di nomor 3.000 meter steeplechase waktu saya 10,46 menit,” ungkapnya.

Kemampuan Pretty terus digembleng. Hingga pada awal 2018 ia berhasil masuk pelatihan nasional (pelatnas) untuk Asian Games 2018 dan persiapan ke SEA Games 2019 mendatang.

Meski belum berhasil meraih medali di Asian Games ini, Pretty sendiri menyatakan akan terus meningkatkan kemampuannya.

“Ya, saya tetap bersyukur bisa mengikuti pelatnas dan bertanding di Asian Games ini. Itu memotivasi saya untuk lebih cepat lagi,” pungkasnya.(bbs)