Paman Perawani Keponakan hingga Tewas; Jenazah Disambut Isak Tangis Keluarga

oleh -120 views

POSMETROMEDAN.com – Jenazah MJ (15), siswi Kelas X SMK Sultan Iskandar yang tewas diperkosa pamannya tiba di rumah duka, Jumat (16/10/2020).

Jenazah disambut isak tangis keluarga. Terutama ibu korban, Butet Erlina (42).

Butet histeris sambil memeluk jasad korban yang telah dibedung kain kafan. Ia tergopoh-gopoh.

“Anakku sayang, cepat kali kau tinggalkan ibu mu ini,” teriak Butet yang disambut histeris salah satu abang korban yang berada di samping jenazah.

“Tega kali yang bunuh kau ini dek,” pekik abang korban.

Sutiha, Nenek korban yang menyambut cucunya dari RS Bhayangkara juga terlihat menangis tak henti-hentinya.

Bahkan Sutiha sempat pingsan dan harus dibopong oleh sebagian pelayat ke rumah warga untuk diungsikan.

Korban sendiri merupakan bungsu dari 5 bersaudara. Supri terduga pelaku yang telah membunuhnya diketahui adik ipar ibunya (Butet Erlina).

Diberitakan sebelumnya, Entah kemasukan setan apa, Supri (40-an) tega memperawani MJ (15) siswa Kelas X SMK Sultan Iskandar Muda hingga tewas. Korban diketahui merupakan keponakannya sendiri.

BACA JUGA..  Hadapi Libur Panjang, Kasat Lantas Pimpin Apel Kesiapan Pengamanan Jalur Atas

Peristiwa terjadi di Gg Karo-Karo, Perumahan Griya, Desa Tanjung Selamat, Kec Sunggal, Kab Deli Sedang, Kamis (15/20/2020) malam.

Kejadian ini bermula saat korban yang sedang berada di kamar rumahnya sendirian. Ia dikagetkan dengan gerak-gerik Supri yang mencurigakan.

Ternyata, pelaku yang baru pulang merantau dari Aceh ini mencuri laptop dan 3 unit handphone milik korban.

Tak puas menguasai harta benda korban, pelaku melampiaskan nafsu bejatnya terhadap korban. Korban kemudian meninggal dunia.

Hal ini dikuatkan oleh Dayat, salah satu keluarga korban yang ikut membuka pintu rumah dan kamar korban.

“Dia (Supri) baru pulang Rabu 14 Oktober ini merantau dari Aceh, dia ini tukang bangunan. Dari kejadian itu laptop dan tiga hpnya (korban) hilang,” ungkapnya.

Dayat pun menambahkan pelaku sudah diamankan pihak Kepolisian.

“Tiga jam langsung dapat pelakunya, si Supri ini kakinya pincang, itu informasi dari warga yang lihat di TKP,” ungkapnya kembali.

BACA JUGA..  Peringatan Sumpah Pemuda ke-92, Wagub Semangati Pemuda Sumut Terus Berkarya

Kepling Dusun IA Tanjung Selamat, Rahmad Hidayat menuturkan kejadian biadab ini terjadi Kamis (15/10) sekitar pukul 21.00 WIB.

“Saya setengah 11 malam baru dikabarin informasi dari keluarga jam setengah 10 malam itu baru dibongkar. Karena digedor enggak ada yang jawab, baru rumah itu dicongkel dan baru ketahuan kalau mayat ada di didalam,” katanya kepada wartawan. Jumat (16/10).

Ia menyebutkan kondisi korban sudah tergeletak dimana tangan dan kakinya diikat.

“Sudah tergeletak, tergeletak di tempat tidur, posisi kaki terjuntai ke bawah. Terus separuh badan ditempat tidur, terlentang. Kalau informasi diikat, iya diikat,” katanya kembali.

Kata Rahmad, saat mayat ditemukan di celananya ada bekas darah seperti bekas pemerkosaan.

“Menurut kelurganya (di celana dalam) anaknya ada bercak (darah),” pungkasnya.

Di rumah duka, tampak seluruh keluarga masih terpukul usai kepergian korban yang sangat tragis ini.

BACA JUGA..  Tiga Bocah di Langkat Hilang Misterius, Beredar Video Ketiganya Bermain Dekat Galian

Sanak keluarga, tetangga hingga teman sekolah korban pun masih berada di rumah duka. Jasad korban langsung dilarikan menuju RS Bhayangkara untuk diautopsi.

Salah satu warga menyebutkan, Supri merupakan mantan nara pidana (Napi) kasus narkotika.

“Dia (Supri) udah pernah dipenjara, kasus narkoba,” ucap belasan warga di lokasi.

Kanit Reskrim Mapolsek Medan Sunggal, AKP Budiman mengatakan pelaku sempat memperkosa korban.

“Iya (diperkosa),” katanya.

Mantan Panit Reskrim Percut Sei Tuan ini menambahkan, kondisi korban tewas dengan leher terjerat.

“(Kerugian), 1 unit laptop merek HP, 3 unit HP merek samsung galaxy A20, Vivo Y91C, samsung J1. Kondisi korban (tewas) leher terjerat dan tangan terikat di belakang,” katanya kembali dalam siaran persnya.

Apakah pelaku sudah diamankan? AKP Budiman mengaku masih melakukan pengejaran.

“(Pelaku) Masih kita kejar, bantu doanya ya,” pungkas Budiman. (oki)