Modus Bisa Usir Setan, Dukun Tiduri Cewek Tapsel

  • Whatsapp

POSMETROMEDAN.COM – Seorang cewek berusia 17 tahun asal Kecamatan Batang Angkola, Tapanuli Selatan dicabuli seorang pria mengaku dukun yang datang ke rumah mereka.

Nahas yang dialami gadis baru tamat SLTA itu, bermula Sabtu (11/7/2020) lalu. Awalnya, dukun bernama Yudi Saputra Sembiring (46) asal Pasir Pangaraian, Rokan Hulu, Riau itu mengobati salah seorang warga sekitar tempat tinggal korban yang sedang kesurupan.

Bacaan Lainnya

Kendati abang korban memiliki penyakit yang dinilai berhubungan dengan mental, ayah korban pun mengajak dukun itu untuk mengobati anaknya pada Sabtu 11 Juli 2020 di rumah mereka.

Di tengah perjalanan ritualnya, dengan muslihat menggunakan kitab suci, sang dukun kemudian melihat korban dan menyebut jika di dalam diri korban pun juga ada bersemayam sejenis setan.

Korban pun diminta diasingkan dalam satu kamar khusus yang tidak ada seorang pun boleh memasukinya, selama semalaman untuk pengusiran setan.

Kamar tempat pengobatan itu merupakan kamar milik korban. Di antara tempat tidur di mana korban berbaring, sang dukun menaburi garam sebagai garis yang tidak boleh dilewati siapa pun, dan korban hanya boleh keluar setelah pagi hari.

Namun, saat semua di dalam rumah sudah terlelap, sang dukun malah memasuki kamar itu. Lantas menghipnotis korban, sembari menyingkap pakaian bawah korban lalu melepas syahwatnya.

“Saya tidak bisa berbicara dan hanya kepala saya saja yang bisa digerakkan,” jelas korban kepada polisi, tentang kondisinya saat dalam pengaruh hipnotis dengan posisi terbaring.

Keluarga korban memang menampung sang dukun untuk tinggal sementara di rumah mereka selama proses pengobatan.

Sang dukun ditempatkan di ruang tamu, untuk tidur dan punya akses langsung ke kamar korban. Saat perbuatan cabul itu, sang dukun beraksi sekira pukul 23.00 WIB, lantas meninggalkan korban selanjutnya kembali ke ruang tamu.

Aksi serupa untuk kedua kalinya terhadap korban terjadi Sabtu (25/7/2020) malam lalu. Waktunya sama sekitar pukul 23.00 WIB. Namun ini ditekankan dengan ancaman terhadap korban.

“Tidak boleh dibilang sama siapa-siapa, kalau kau bilang kecelakaan mamamu sama ayahmu,” bunyi ancaman sang dukun sebagaimana diulangi korban pada penyidik kepolisian.

Karena merasa terancam, tertekan dan malu serta merasa sakit pada bagian kemaluan saat buang air kecil, akhirnya korban bercerita.

Kontan saja pengakuannya menyulut amarah keluarga dan warga sekitar. Seketika sang dukun babak belur dihakimi warga dan pihak keluarga korban, Minggu (26/7/2020).

Kemudian, sekira pukul 04.45 WIB, personel Polsek Batang Angkola datang dan mengamankan tersangka.

“Tersangka pencabulan ini mengaku bisa menyembuhkan penyakit, dan melakukan praktik penyembuhan di rumah keluarga korban,” terang Kapolres Tapsel, AKBP Roman Smaradhana Elhaj SIK, Senin (27/7/2020) di halaman Aula Praditina Markas Polres Tapsel.

“Saat proses pengobatan ini tersangka melakukan perbuatan cabulnya terhadap korban yang masih anak di bawah umur,” sambungnya.

Dijelaskan AKBP Roman, selama proses pengobatannya mulai 11 Juli sampai 25 Juli 2020, tersangka tinggal di rumah korban.

Informasi teranyar, saat ini di wilayah hukum Polres Tapsel ada dua orang yang menjadi korban sang dukun.

“Korban sampai saat ini yang diketahui adalah dua, cuma yang satu lagi masih belum melapor yang kita terima baru satu laporan,” kata kapolres.

Korban kedua, diduga merupakan seorang yang berstatus ibu rumah tangga dan berusia 17 tahun warga yang sama di Kecamatan Batang Angkola.

Sementara sang dukun telah ditetapkan sebagai tersangka, dengan barang bukti berupa pakaian tersangka dan korbannya.(san/fi/ras)

 

Pos terkait